Rabu, 21 Oktober 2009

Aku Hanya Cucu Adam

0 komentar
Tak usah kau menilai dimensi jejakku
Telusuri parit berkelok penuh dosa
Juga tak perlu kau teliti rovolusi imajinasiku
yang penuh dengan buih-buih nista
Pun tak usah berkoar
Mempresentasikan hasil risetmu
Karena waktu tak lama kan memproklamasikan
Rentan hasratku berpangku
Biarkan aku merangkak
Mengatur porsi kuda-kudaku
Jangan awasi aku dengan pergunjinganmu
Atas celah yang tak kuasa kututup
Aku bukan insan pilihan
yang bisa menetralisir ricuhnya nyanyian setan
tak juga malaikat
yang selalu bertasbih pada Sang Pencipta
Pun bukan Sang Nabi yang terjamin akan gasing-gasing kemaksiatan
Aku hanya cucu Adam
yang masih menggemari tarian nafsu


Readi Zain
Gili Cool Centren

0 komentar:

Posting Komentar