Setelah kau banggakan tembok ratapan
Kanapa tak jua kau bosan dirikan tembok setan?!
Mungkin kau anggap sekarang aku pecundang
Tapi ternyata kau usik kandang macan
Kau robek jiwaku, Annapolis laknat bak selendang negrimu permai
Dan kau ciptaka percikan maut mengintai
Lihat…!
Dengan selimut dingin menusuk tulang
Kan ku undang serangga karenanya Fir’aun terbantai
Kemudian memberimu kado kematian
Lihat…!
Daging bangkai kekasih tuhan berserakan
Berjuta jiwa berjejalan
Sekeping roti pertaruhkan mati
Sementara saudara hidup gengsi.
Kanapa tak jua kau bosan dirikan tembok setan?!
Mungkin kau anggap sekarang aku pecundang
Tapi ternyata kau usik kandang macan
Kau robek jiwaku, Annapolis laknat bak selendang negrimu permai
Dan kau ciptaka percikan maut mengintai
Lihat…!
Dengan selimut dingin menusuk tulang
Kan ku undang serangga karenanya Fir’aun terbantai
Kemudian memberimu kado kematian
Lihat…!
Daging bangkai kekasih tuhan berserakan
Berjuta jiwa berjejalan
Sekeping roti pertaruhkan mati
Sementara saudara hidup gengsi.
By; Saleem Segav
0 komentar:
Posting Komentar